NEWS UPDATE :  
SMK SWASTA SANTO ALOISIUS

Berita

PANDEMI MENUMBUHKAN PERSAUDARAAN KASIH dan DAMAI (PKD)

Pandemi Covid 19 sudah belangsung 1 tahun. Selama itu situasi Pendidikan jauh dari situasi normal. Kita memulainya dengan situasi yang tidak menentu karena untuk pertama kali terjadi pembelajaran dari rumah tanpa tatap muka. Hal ini membuat para pendidik merasa ada sesuatu yang hilang sehingga membuat kreatifitas  para pendidik sangat diuji.  Tidak dibayangkan bahwa situasi seperti ini akan terjadi sehingga perguruan tinggipun tidak pernah membuat kurikulum perguruannya untuk menyiapkan tenaga pendidik bagaimana melaksanakan Belajar Dari Rumah

Jauh di relung hari paling dalam pelan tapi pasti dalam kebersamaan para guru mulai menyiasati situasi ini agar proses pembelajaran tetap berjalan meskipun awalnya terasa sulit.

Maka lahirlah perilaku ajar yang membuahkan kebiasaan baru dan boleh saya katakana berakar dari karakter Persaudaraan Kasih dan Damai (PKD)  :

1.      Keinginan besar untuk memberi yang terbaik


Ketika masa BDR berlaku secara kelembagaan SMK St. Aloisius langsung berkoordinasi tentang strategi penyajian pembelajaran dengan tidak tatap muka atau yang di sebut dengan Belajar Dari Rumah (BDR). Prinsip yang dibangun adalah jangan sampai dengan BDR ada siswa yang putus sekolah. Melalui rapat guru di sepakati setiap kelas harus memiliki group Whatsap. Dari sini lalu berkembang kepada aplikasi yang lain.

1.      Kreatifitas

Keadaan terjepit bagi yang terbuka dengan keadaan pasti akan melahirkan hal hal baru. Demikian juga dengan pandemic ini. Para guru akhirnya harus keluar sebagai pemenang jangan sampai dilindas oleh keadaan. Berbagai cara dilakukan agar dapat menyajikan pembelajaran yang baik keada siswa. Kreatifitas melahirkan pribadi pribadi yang baru. Pribadi yang harus belajar lagi dengan berbagai hal sehingga tidak tertinggal dengan yang lain melainkan terus belajar untuk mendapatkan cara yang terbaik. Beberapa aplikasipun mulai dikenal dan dipelajari dan menyajikannya kepada siswa. Bahkan media Youtube sudah diakrabi dengan baik.

Kehadiran gadget sebagai sarana sumber informasi dan mengumpulkan informasi bukan merupakan hal jarang lagi dilakukan bahkan Hand Phone Android tidak menjadi barang mewah lagi tetapi sebuah kebutuhan.

 

2.      Kerja sama

Dalam situasi seperti ini bekerja sendiri bukanlah pilihan yang tepat. Orang selalu mengatakan bahwa bersama kita bisa. Slogan ini sangat tepat diterapkan pada masa masa seperti ini. Berangkat dari sebuah kesadaran bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan maka terdorong untuk belajar dari orang lain dan memberi bantuan kepada orang lain. Mungkin saat ini menjadikan sebuah moment dimana setiap orang menyadari akan kekurangan dan kelebihan diri sendiri  serta kelebighan dan kekurangan orang lain. Ada kerelaan dan kerendahan hati untuk meminta bantuan dan memberi bantuan. Terbukti di SMK St. Aloisius kerja sama ini sangat baik. Hal ini dapat dirasakan segala beberapa kegiatan terinformasikan dengan baik dan terkoordinasi dengan baik.  


Hasil nyata dari kerja sama ini adalah adanya

-          Adanya kesadaran untuk terus belajar

-          Mengenal potensi diri yang dapat dibagikan kepada orang lain

-          Saya menjadi penting bagi orang lain sehingga saya terdorong untuk berbagi

-          Profesi sebagai guru adalah sebuah panggilan yang terus diperbaharui pengetahuan dan ketrampilannya

-          Peningkatan penguasaan aplikasi yang dapat digunakan untuk melayani siswa.

-          Masih banyak lagi peluang peluang pengembangan diri yang dapat dilakukan pada masa pendemi ini

 

3.      Solider

-          Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia solider/so·li·der/ /solidér/ a bersifat mempunyai atau memperlihatkan perasaan bersatu (senasib, sehina, semalu, dan sebagainya); (rasa) setia kawan: serikat buruh itu menyatakan perasaan -- terhadap pemogokan buruh pelabuhan itu

-          Salah satu bentuk perilaku PKD adalah Solider. Merasa senasib dengan orang lain. Merasa senasib dalam arti bagaimana kita pada akhir tergerak untuk memberikan diri kita kepada orang lain agar orang lain tidak merasa terancam oleh keadaan dirinya yang tidak mampu dalam hal tertentu. Kehadiran kita hendaknya dapat meneguhkan orang lain, kehadiran kita hendaknya memberi harapan bagi orang lain sehingga orang lain termotivasi untuk bertahan bahkan dapat berbuat lebih.

o   Sebagai rekan kerja di sekolah.

Kehadiran kita ditempat kerja telah memberi peneguhan kepada yang lain dan memberi harapan kepada yang lain bahwa di sekolah ini masih ada rekan seperjuangan yang akan berjuang bersama saya untuk melayani anak anak. Orang lain merasa nyaman atas kehadiranku. Akan menjadi  lebih berarti lagi bila kehadiranku dapat membantu apa saja sehingga orang lain merasa bersyukur.

o   Sebagai rekan orang tua murid

Situasi seperti ini membuat orang tua merasa terbebani oleh kehadiran dan perilaku anak anak mereka. Anak anak yang seharusnya pada jam sekolah ada di sekolah tetrapi saat ini mereka ada di rumah dengan segala kerumitan meraka. Kehadiran guru sebagai mitra orang tua sangatlah dibutuhkan. Bersyukurlah melalui group  Whatsap atau media lain antara orang tua dan guru dapat berkomunikasi dan menemukan jalan yang terbaik untuk anak anak. Kehadiran guru dengan berbagai cara adalah upaya menghadirkan diri pada kesulitan orang tua dan anak.