NEWS UPDATE :  
SMK SWASTA SANTO ALOISIUS

Berita

PANDEMI COVID-19 DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK

Oleh : Yohana Verawati Dangus, S.Pd



Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19)  melanda hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Akibat dari pandemi covid-19 ini, pemerintah Indonesia mengeluarkan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Upaya yang dilakukan pemerintah yaitu menerapkan kebijakan social distancing dimana masyarakat diminta untuk menjaga jarak, menjauhi aktivitas dalam segala bentuk kerumunan, perkumpulan dan menghindari pertemuan yang melibatkan banyak orang. Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Home (WFH). Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat dapat menyelesaikan segala pekerjaan dari rumah.

Penerapan kebijakan social distancing dan WFH membawa perubahan diberbagai sektor kehidupan seperti sektor perekonomian, dimana secara tidak langsung menyebabkan tersendatnya laju perekonomian. Selain berdampak pada sektor perekonomian, pandemi covid-19 juga berdampak pada sektor pendidikan. Kegiatan pembelajaran dimana biasanya dilaksanakan dalam kelas dengan tatap muka terpaksa dilaksanakan dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim “prioritas utama pemerintah adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama covid-19 sehingga alternatif yang tepat untuk mengatasi masalah ini yaitu melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)” Jakarta, (7/8/2020).

PJJ merupakan proses pembelajaran yang dilakukan dengan sistem daring (dalam jaringan) melalui penggunaan berbagai media komunikasi dan aplikasi pembelajaran seperti; google classroom, zoom meeting, google formulir, dan masih banyak aplikasi lainnya.  Guru, siswa dan orang tua diharapkan mampu bekerja sama untuk bisa melaksanakan pembelajaran secara daring. Dengan demikian para guru harus mampu menguasai penggunaan teknologi, sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang efektif, kreatif dan inovatif meskipun dilaksanakan secara daring. Guru mengikuti berbagai pelatihan online yang mampu membantu penguasaan teknologi sehingga dapat membantu proses pembelajaran daring. Selain itu, kondisi ini juga mengharuskan siswa untuk belajar memahami penggunaan teknologi sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Akan tetapi, pandemi covid-19 ini juga membawa dampak yang cukup fatal, karena banyak pihak yang belum siap melaksanakan PJJ, misalnya guru merasa kaget karena harus mengubah sistem pembelajaran, siswa yang terbata-bata karena mengerjakan tumpukan tugas, dan orang tua yang menjadi stress ketika mendampingi anak-anak belajar dan mengerjakan tugas.

            Pembelajaran daring mengharuskan semua guru menggunakan teknologi dalam pembelajaran, padahal teknologi tidak sepenuhnya membantu proses pembelajaran mudah diterapkan. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh sebagian orang tua khususnya keluarga kurang mampu tidak mempunyai HP/smartphone, untuk menerima materi dan tugas yang disampaikan oleh guru melalui berbagai platform daring untuk pendidikan dari anak-anak. Selain itu, akses jaringan di berbagai daerah yang belum merata serta tidak adanya listrik.


            Hingga saat ini, ruang kelas masih dipandang sebagai pendidikan yang sesungguhnya oleh sebagian besar masyarakat. Umumnya masyarakat belum menganggap pembelajaran daring dapat membantu pendidikan anak, meskipun banyak aplikasi pendukung seperti google classroom, zoom meeting, google meet, dan sebagainya. Pembelajaran dari rumah memungkinkan sebagian orang tua menjadi stres dalam menghadapi perilaku anak yang susah untuk diatur, bahkan tak jarang ada orang tua yang memberikan pendampingan dengan cara keras, mengancam, memaksakan kehendak, atau bahkan memukul anak jika tidak mengikuti. Pola asuh yang demikian akan membentuk anak menjadi penakut, pemalu, pendiam, dan sering melanggar aturan. Oleh sebab itu, orang tua seyogyanya mendidik anaknya dengan pendekatan kasih sayang, sabar, menerima anak  apa adanya, tidak memaksakan kehendak, dan dilatih untuk saling menghargai, dengan demikian terciptanya suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak merasa seperti halnya sedang melaksanakan pembelajaran disekolah.

            Keberhasilan pendidikan mengisyaratkan pembelajaran tidak serta merta dilihat dari perspektif ranah kognitif saja, melainkan bagaimana menciptakan keseimbangan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik yang muaranya mewujudkan manusia yang seutuhnya. Kondisi pandemi covid-19 saat ini menjadi tantangan bagaimana  memberikan peluang dan harapan kepada orang tua untuk bersama-sama membantu pendidik dalam usaha keberhasilan pendidikan terlebih khusus pendidikan karakter bagi anak-anaknya. Harapannya adalah anak-anak mampu mengaktualisasikan keterampilan dan karakaternya dalam kehidupan bermasyarakat. Namun kenyataannya pembelajaran daring yang dilaksanakan hanya bersifat pengrmbangan kognitif saja. Siswa hanya diberikan tugas-tugas saja serta guru menjelaskan materi melalui zoom tanpa bertanya apakah siswanya sudah berada di tempat yang cocok untuk belajar, padahal tugas seorang guru tidak hanya membangun kognitif siswanya saja tetapi harus mampu membangun dan menanamkan nilai, karakter kepribadian yang baik bagi peserta didik.


            Terdapat beberapa nilai pendidikan karakter peserta didik yang menjadi actual peserta didik selama pandemi covid-19. Pertama disiplin, disiplin mengikuti pembelajaran secara daring dan mengumpulkan tugas tepat pada waktunya. Kedua bersikap jujur, mengerjakan tugas atau ujian secara mandiri dan ketiga tanggung jawab, melatih siswa bertanggung jawab terhadap tugasnya.  diantaranya yaitu, Ketiga hal tersebut menjadi tolak ukur guru untuk mengetahui perkembangan karakter peserta didik selama masa PJJ. Keberhasilan pendidikan karakter peserta didik dimasa pandemi ini tidak terlepas dari kerja sama antara orang tua, guru, dan lingkungan yang mendukung untuk membangun pendidikan karakter siswa agar mampu menjadi peserta didik yang pandai dalam ilmu pengetahuan juga memiliki budi pekerti yang baik. Orang tua dan lingkungan mengambil peranan yang sangat penting untuk menumbuhkan karakter baik dari peserta didik. Dengan demikian orang tua seyogyanya menjadi role model (panutan) selama pembelajaran dilakukan dari rumah yang menggantikan peran pendidik sebagai role model dilingkungan sekolah selama ini. Masa pandemi menjadi momentum yang baik bagi semua pihak, baik guru, orang tua dan masyarakat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai karakter baik sebagai calon pemimpin bangsa ini dikemudian hari.