NEWS UPDATE :  
SMK SWASTA SANTO ALOISIUS

Berita

SUKA DUKA BELAJAR FISIKA DITENGAH PANDEMI

Oleh :

Maria Trivonia Amung, S.Pd


   Menurut surat edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan masa darurat penyebaran Corona Virus disease (Covid-19) dengan surat edaran nomor 15 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan belajar dari rumah(BDR) selama darurat Covid-19 yang memastikan memberikan hak peserta didik untuk mendapatkan pelayanan pendidikan selama pandemic covid-19, mencegah penyebaran dan penularan Covid 19 di satuan pendidikan dan dukungan psikososial bagi seluruh pendidik, Kepala sekolah, tenaga kependidikan serta peserta didik dan orang tua. Kesehatan bagi seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan belajar dari rumah (BDR).

Pandemic covid-19 tidak hanya melanda Indonesia saja tetapi juga berbagai belahan dunia juga merasakan hal yang sama. Berbagai bentuk usaha dari pemerintah untuk memutuskan rantai penyebaran virus tersebut yang meresahkan kehidupan masyarakat dan menghancurkan seluruh sector kehidupan terutama sector pendidikan. Salah satu contoh  untuk sector pendidikan adalah dengan diberlakukannya pembelajaran dari rumah,(BDR) atau Daring (dalam jaringan). Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa pendidikan merupakan suatu hal yang paling penting dalam usaha untuk memajukan suatu bangsa dan Negara. Namun karena kondisi dan situasi seperti sekarang ini sehingga membuat sumber daya manusia kita semakin menurun. Untuk mengatasi hal itu maka pendidikan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Berbagai upaya yang dilakukan oleh Kemdikbud agar pendidikan di Indonesia semakin baik yaitu dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan kepada guru. Selain itu Kemdikbud juga memberikan pulsa paket baik kepada siswa, guru, dosen ataupun mahasiswa dengan tujuan agar pembelajaran tetap berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan di Indonesia.


Aktivitas dan tugas pembelajaran dari rumah dapat bervariasi setiap siswa, sesuai minat dan kemampuan masing-masing, termasuk mempertimbangkan akses atau fasilitas belajar dirumah. Disini antara orang tua dan guru mempunyai peranan yang sangat penting, selama belajar dari rumah (BDR) segala proses belajar dibawah pengawasan orang tua, dan tidak menutup kemungkinan peran guru juga sangat berpengaruh, misalnya pada saat pembelajaran via zoom meeting, siswa yang mendapatkan kesulitan khususnya mata pelajaran exata bisa langsung berkomunikasi dengan gurunya, dan tentunya ini merupakan tantangan yang sangat luar biasa bagi guru exata karena dapat dikatakan pembelajaran yang dilaksanakan secara tatap muka saja siswa mengalamai kesulitan apalagi pada saat guru menjelaskan secara online, tentunya ini sangat sulit bagi siswa dalam hal pemahaman. Tetapi ini tidak membuat semangat siswa menurun justru dengan pandemic ini siswa dan guru dilatih dan lebih mendapatkan lagi pengalaman yang berguna saat pelaksanaan belajar dari rumah.

Salah satu mata pelajaran yang paling banyak mendapatkan perhatian khusus adalah ilmu exata salah satunya adalah ilmu Fisika yang didapatkan di bangku menengah atas. Ilmu fisika  adalah salah satu cabang ilmu exata yang mempelajari tentang gejala-gejala alam serta ilmu fisika ini adalah ilmu yang selalu berkaitan dengan angka. Banyak anak-anak yang beranggapan bahwa mempelajari ilmu fisika ini sangatlah sulit bahkan bukan hanya ilmu fisika yang mereka katakan sulit tetapi untuk semua mata pelajaran MIPA lainnya seperti matematika, dan kimia. Pada awal tahun pelajaran ketika saya mulai mengajar di lembaga ini pada saat itu saya langsung disambut oleh pandemic ini, sebagai guru khususnya guru  fisika saya merasa ini adalah sebuah tantangan berat dimana saya harus bisa membuat proses pembelajaran online ini untuk mata pelajaran yang saya ajar disenangi oleh siswa-siswi saya dan ilmu yang saya berikan kepada siswa-siswi saya juga harus bisa mewakili KD yang ada. Awalnya saya merasa bahwa kemampuan saya untuk melakukan proses pembelajaran online belum sepenuhnya dikatakan sempurna dikarenakan saya kurang menguasai teknologi yang belum maksimal,untuk mengatasi masalah yang ini saya berusaha  belajar dari teman-teman yang mempunyai pengetahuan yang lebih berkaitan dengan teknologi sehingga pada akhirnya saya bisa melakukan proses pembelajaran online ini bersama siswa-siswi saya. Pada saat pembelajaran online berlangsung saya menggunakan beberapa aplikasi pembelajaran seperti Zoom meeting, Google Classroom dan WA grup. Pada saat pertemuan pertama saya menggunakan aplikasi zoom meeting dan Google Classrom, saat itu yang mengikuti pembelajaran zoom meeting  dari 233 siswa hanya 65 siswa yang bergabung dan 50 siswa lainnya mereka mengikuti pembelajaran melalui google classroom. Pada saat pembelajaran tidak semua siswa mempersiapkan diri untuk mengikuti proses pembelajaran  ini terlihat dari kesediaan tempat untuk melakukan zoom meeting ada siswa yang berada diruangan tamu, lapangan dan bahkan ada dibelakang kamar mandi atau WC. Keadaan-keadaan seperti ini tidak membuat semangat anak-anak surut justru dengan keadaan seperti ini saya melihat ada semangat dan rasa rindu dari anak-anak ingin mendengarkan dan mengikuti proses pembelajaran yang walaupun melalui daring.

Banyak pengalaman yang menurut saya ini adalah sebuah tantangan dihari esok, Ketika saya memberikan pelajaran online hampir sebagian siswa yang mengikuti pembelajaran tidak memahami materi yang saya berikan, ada yang hanya pura-pura mengerti dan sebagian lagi ada siswa yang aktif yang selalu bertanya melalui email ataupun WA. Ketika saya menerangkan secara online pelajaran fisika terlintas dibenak saya untuk segera mengakhiri proses pembelajaran dikarenakan anak-anak tidak bisa mengerti dan mendengarkan penjelasan dengan baik, tetapi karena ada beberapa siswa yang selalu aktif dan memberikan umpan balik kepada saya ini membuat saya merasa semangat. Pandemi memberikan banyak tantangan yang seharusnya bisa dihadapi oleh berbagai pihak baik itu sebagai pendidik maupun sebagai peserta didik.Penggunaan teknologi yang semakin canggih membuat segala proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, tetapi kenyataannya banyak yang merasa tidak bisa melakukan pembelajaran disituasi pandemic seperti sekarang ini dikarenakan gagal teknologi. Saya sangat berterima kasih kepada lembaga tercinta SMK Swasta Santo Aloisius yang sangat peduli dengan anak didik sehingga berbagai cara dilakukan agar anak-anak didik kami tetap terlayani, pada saat pandemic terjadi di Indonesia dengan siap sekolah menyediakan berbagai pelatihan-pelatihan yang berguna untuk menambah wawasan kami para guru untuk menghadapi situasi pendidikan, dengan mengikuti berbagai pelatihan ini maka saya selaku guru mendapatkan pencerahan dan dampak positif yang dirasakan selama masa pandemic seperti sekarang ini.


Sebagian besar anak-anak menganggap pandemic ini membawa berkah karena mereka bisa libur terus sepanjang hari tanpa harus bangun pagi dan berlutut karena terlambat ke sekolah, tetapi sebagian besar juga siswa-siswi yang merasa bosan dengan keadaan seperti sekarang ini, mereka lebih suka untuk sekolah tatap muka. Ini menjadi pertimbangan bagi setiap guru, dari itu pihak sekolah pada Bulan Maret- April mengambil kebijakan untuk mulai melakukan sekolah tatap muka dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan dan yang paling penting adalah dalam satu rombel dibagi menjadi dua shift, selain itu pihak sekolah juga memberikan modul kepada siswa dan modul tersebut wajib dimiliki oleh setiap siswa dengan tujuan agar semua siswa baik yang online ataupun yang offline dapat menerima ilmu yang sama.  

Pandemi menurut saya selaku seorang guru membawa dua dampak bagi dunia pendidikan yaitu dampak positif dan dampak negative,tinggal bagaimana cara kita untuk bisa mengubah dampak negativenya menjadi suatu kekuatan untuk kita pada saat kita mempraktekannya didunia pendidikan. Dampak negative saat pandemic misalnya kurangnya komunikasi antara peserta didik dan guru khususnya untuk mata pelajaran fisika, saya merasa kurang efisien pembelajaran jarak jauh dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka karena ada beberapa  kompetensi-kompetensi dasarnya harus melakukan praktikum dan pada saat kompetensi itu diujikan kepada peserta didik khususnya saat pandemic seperti ini banyak siswa yang kerja hanya kerja dan ketika diujikan secara online mereka merasa mereka tidak bisa untuk mempraktekkannya, dan tidak terjangkau oleh jaringan, kendala seperti ini banyak dialami oleh siswa-siswi kita yang tempat atau daerah tinggalnya tidak terjangkau oleh jaringan, sehingga pada saat proses pembelajaran berlangsung mereka selalu kewalahan untuk mencari jaringan. Selain itu masalah yang paling sering dialami adalah tidak adanya PLN didaerah mereka masing-masing. Ini menjadi dampak yang sering dialami ketika proses pembelajaran sering berlangsung, tetapi solusi dari dampak atau kendala ini adalah setiap siswa- siswi yang mengalami ketiga hal diatas mereka selalu berusaha agar mereka mendapatkan pelayanan pendidikan, mereka buerusaha untuk bisa mendapatkan pelajaran dengan cara mereka setiap harinya dating kesekolah untuk mengambil tugas dan ketika mengalami kesulitan mereka bisa bertanya langsung dengan guru mata pelajarannya. Selain dampak negative pandemic juga memiliki dampak positif yaitu:

Ø  Guru lebih kreatif dan inovatif. Ditengah pandemic ini guru dituntut untuk bisa mengubah metode pembelajaran dari tatap muka menjadi daring (dalam jaringan). Penggunaan aplikasi seperti zoom meeting sangat membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran bersama siswanya. 

Ø  Guru lebih bergaul dengan Teknologi, pandemic covid-19 yang membuat proses pembelajaran menjadi daring membuat guru harus bisa menggunakan teknologi. Berbagai pelatihan yang diikuti oleh guru guna untuk memberikan pembinaan untuk menentukan metode yang tepat untuk digunakan saat pandemi.

Ø  Banyaknya aplikasi pembelajaran online yang dikembangkan untuk memudahkan pembelajaran jarak jauh(daring) seperti zoom meeting, Classroom, google form dan CBT.

Jadi pandemic memberikan kita tantangan dimana kita harus bisa merubah cara belajar kita yang selama ini dilaksanakan dalam  ruangan kelas menjadi pembelajaran online, dan merubah pandangan kita mengenai pandemic yang memberikan dampak negative bagi dunia pendidikan.