NEWS UPDATE :  
SMK SWASTA SANTO ALOISIUS

Berita

GURU TANGGUH MENGAJAR PADA MASA PANDEMI COVID-19

 Pada masa pandemi ini dunia telah di hadapkan oleh virus yang sangat mematikan yaitu Corona virus atau di sebut juga Covid-19, dunia seperti sedang mengalami perang besar dengan musuh yang tidak terlihat tapi membuat banyak catatan kematian, maka saat itu juga seluruh negara di dunia telah menyiapkan tim kesehatan dan tim medis yang telah terlatih sebagai garda terdepan dalam menangani penyebaran atau upaya memutus mata rantai penularan Covid-19, namun tak kalah penting juga bahwa imbas dari pandemi ini telah melumpuhkan aktivitas dunia pendidikan maka dunia juga harus tetap berusaha mempertahankan jalannya pendidikan yang sangat dibutuhkan oleh para siswa dan siswi untuk mempersiapkan masa depan yang penuh dengan persaingan. Saat inilah sang “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” akan tetap berbakti dan terus berjuang melawan pandemi Covid-19 di tengah perannya mencerdaskan anak-anak bangsa di berbagai pelosok negeri dengan penuh semangat mengabdi di dalam dunia yang sangat penuh dengan keterbatasan aktivitas dan sosial. Di masa krisis akibat covid-19 kehadiran guru amat sangat diperlukan untuk tetap menginspirasi terbentuknya sosok-sosok manusia yang tangguh, yaitu manusia yang mampu menyikapi kondisi keterbatasan dengan tetap menjaga konsistensi diri, guru harus mampu memberikan solusi di saat banyaknya keterbatasan akibat pandemi ini, guru harus mampu menjadi sosok pemimpin yang bertugas sebagai teladan, inspirator, motivator, fasilitator, dan katalisator walaupun kehadiran guru tidak sepenuhnya seperti pembelajaran pada saat masa normal namun hadir dalam dunia maya ataupun media sosial yang memberikan pembelajaran-pembelajaran yang positif sehingga masih terasa kurang begitu dekat dengan para siswa.

 Pemerintah telah mengeluarkan banyak aturan yang mengatur dunia pendidikan dalam hal pembelajaran tatap muka yang mana ini harus dipatuhi oleh sekolah-sekolah dari tingkat pusat sampai pada daerah-daerah. Tapi kita tidak hanya memandang sisi negatif dari beberapa larangan dalam pembelajaran tatap muka di sekolah, lebih dari itu sisi positif yang kita bisa petik pada masa pandemi ini salah satunya adalah menjadikan waktu yang tepat untuk berinovasi dalam pendidikan dan dapat belajar melalui krisis yang terjadi saat ini, dengan kondisi pandemi yang saat ini melanda telah menciptakan banyak pembelajaran baru yang tidak hanya buat guru, siswa, dan orang tua, namun juga untuk masyarakat Indonesia bahwa ini merupakan waktu yang baik untuk kita berinovasi dalam hal pendidikan agar bisa menjadi masyarakat dan bangsa yang lebih baik. Memang tidak mudah , tapi ini saatnya untuk bereksperimentasi dengan semua metode yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya dan bagaimana sekolah berkreasi memanfaatkan teknologi dalam proses belajar demi masa depan pendidikan yang lebih baik. Berbicara pemanfaatan teknologi di kota-kota besar sudah bagus tapi bagaimana dengan daerah-daerah yang belum terjamah dengan teknologi dan fasilitas pendidikan yang masih sangat memperihatinkan ini amatlah sangat menjadi perhatian khusus bagi pemerintah apalagi dengan tuntutan perkembangan zaman yang sangat cepat berubah begitupun dengan guru harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini serta mendorong berbagi hal yang baik dalam pembelajaran.

Membangkitkan semangat, wujudkan merdeka belajar itulah semangat yang harus tetap ada pada setiap guru di masa pandemi. Filosofi bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, yakni memberi teladan, berlomba-lomba memberikan contoh yang baik, dan terus membangkitkan semangat. Semangat inilah yang membuat segala tantangan yang ada pada masa pandemi, tetap bersikap positif, belajar satu sama lain, berbagi, dan berkolaborasi untuk tetap memberikan pembelajaran yang terbaik kepada para siswa. Perubahan pola pikir adalah kendala terbesar, mindset kita harus melakukan ide-ide baru, membutuhkan guru yang inovatif, berkembang dalam pandemi yang membuat tidak nyaman sehingga guru pun harus berkolaborasi untuk sedikit demi sedikit menemukan cara yang paling cocok dengan kebutuhan pada daerah tugasnya masing-masing. Di sini mindset guru yang inovatif sangatlah berperan penting dan tidak berpatokan harus tuntaskan kurikulum di tengah pandemi tetapi guru dituntut harus menemukan inti dan makna dari kurikulum sesuai kebutuhan serta harus melihat kemampuan para siswa dalam menerima materi tersebut.

Ini adalah sebuah momentum yang benar-benar harus kita manfaatkan untuk mengembangkan berbagai program-program agar dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal walaupun di awal saat memanfaatkan teknologi kita melihat bahwa kecemasan guru-guru dalam menggunakan teknologi sangatlah besar namun dengan sangat cepat pula semua kecemasan para guru hilang seiring berjalannya waktu. Percepatan akselerasi adopsi teknologi dalam beberapa bulan ini sangat melampaui ekspetasi, tadinya memerlukan beberapa tahun untuk menggunakan dan mewujudkan teknologi pada dunia pendidikan namun dengan adanya pandemi menjadikan semuanya harus terjadi lebih cepat dari prediksi dan sangat optimis menjadikan teknologi sebagai tren dari pendidikan masa kini, kita harus berkolaborasi memberdayakan para guru untuk memanfaatkan teknologi dengan berbagai pelatihan-pelatihan yang berguna bagi perkembangan pendidikan agar guru juga dapat berbagi. Memang dari semua kegiatan yang dilakukan haruslah kita fokus kepada hasil sehingga siswa menjadi SDM yang unggul.

Pada masa milenial semuanya sangat cepat berubah, berbeda dan berganti. Tentunya keadaan ini membawa dampak yang sangat baik namun yang tidak boleh berganti adalah nilai-nilai karakter, adab, dan akhlak. Nilai-nilai inilah yang tidak boleh berubah dan tidak dapat diganti, misalnya nilai-nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, gotong-royong, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang sangat dibutuhkan serta harus ditanamkan kepada anak didik kita saat ini. Namun bukanlah hal yang mudah guna menyiapkan generasi masa depan yang memiliki nilai-nilai karakter seperti di atas tentunya ada banyak faktor pendukung yang mempengaruhinya dan guru yang tangguh diharapkan dapat menjadi guru yang mampu memberikan dan mempertahankan nilai-nilai karakter itu ke anak didik di masa pandemi. Guru tangguh diharapkan mampu mengantar anak didiknya pada kesuksesan atau masa depan yang lebih baik sehingga, profesi guru bukanlah profesi yang main-main, harus dijalankan dengan ketulusan dan kesungguhan hati sehingga profesi ini bukan hanya sekedar sebuah tugas dan kewajiban tapi lebih dari itu, merupakan panggilan dalam pengabdian yang menuntut guru mengeluarkan semua potensi dirinya secara maksimal. Guru yang tangguh harus selalu bercita-cita juga wajib melakukan pengembangan-pengembangan diri untuk menjadi guru  yang ideal dan inspiratif, antara lain : pengembangan akademik baik formal maupun non formal, akhlak, keterampilan mengajar teori maupun praktik, mengasah kemampuan terus menerus demi memiliki pengetahuan yang mendalam terkait ilmu yang akan diajarkan, mampu memberikan pengetahuan kepada peserta didik dengan tanggung jawab dan komitmen agar disegala keadaan selalu siap menjalankan tugas dan siap menghadapi berbagai ragam tantangan masa kini maupun masa depan.

Guru harus merasa senang dan besemangat dalam melaksanakan tugasnya karna guru adalah profesi yang mulia yang telah diberikan oleh Sang pemilik ilmu. Pada masa pandemi ini beban guru memang sangat berat tapi jika guru memiliki komitmen yang baik terhadap profesinya serta memaknai tugas keguruan bukan sebagai sebuah pekerjaan, akan tetapi sebuah pengabdian, maka segala sesuatu yang ditimbulkan dari pengabdian tersebut menjadi ringan dan bukan suatu beban. Dengan adanya tuntutan pada saat ini para guru harus benar-benar bisa beradaptasi dengan segala perkembangan yang ada contoh paling nyata adalah teknologi, jika dulu mengajar dengan metode konservatif, sebut saja papan tulis, buku-buku tebal, namun kini dengan kehadiran teknologi seperti komputer, proyektor, dan internet menjadikan sangat efektif dalam kegiatan belajar mengajar. Dampak buruk dari teknologi sangatlah nyata adanya tetapi dengan bantuan pengawasan orang tua maka dampak buruk tersebut dapat di minimalisir terhadap perkembangan belajar siswa, hal ini membuat kita tidak mungkin bisa menghambat perkembangan teknologi yang begitu masif. Sehingga kita hanya perlu menemukan bagaimana cara yang terbaik untuk pengawasan penggunaan teknologi tersebut.  Perkembangan teknologi yang semakin canggih dapat mempengaruhi cara berpikir dan perilaku siswa oleh sebab itu di tengah majunya teknologi juga masih banyak kekurangan sumber daya manusia di bidang teknologi. Pesatnya kemajuan teknologi dewasa ini, semoga dapat memberikan pelayanan pendidikan bagi semua peserta didik secara menyeluruh dan sangat-sangat efektif sebagai alternative pendidikan di masa globalisasi dan masa pandemi ini sehingga tujuan UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai.


 Pembelajaran yang dilakukan selama masa pandemi memang sangat beragam dan lebih banyak memanfaatkan teknologi saat sistem pembelajaran jarak jauh diberikan sebagai berikut: pembelajaran tatap muka dalam bentuk video menggunakan aplikasi Zoom meeting dan dalam bentuk foto melalui Whatsapp dalam memberikan tugas-tugas serta menyelesaikan tugas yang diberikan langsung dapat dijawb melalui Google form. Sedangkan jika harus melaksanakan pembelajaran praktik maka tatap muka adalah jawaban yang paling tepat. Guru harus mensiasati mulai jumlah siswa, lama kegitan dan dengan protokol kesehatan yang begitu ketat serta tidak lupa harus meminta izin untuk dapat melakukan kegiatan tatap muka kepada Satgas Covid-19 dan orang tua.

Patutlah kita memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” yang telah berjuang , tetap bertahan dengan segala kondisi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di tengah pandemi. Guru tetap berusaha memberikan layanan Pendidikan bagi peserta didiknya. Perjuangan ini menggambarkan ketangguhan para guru untuk menerobos keterbatasan yang ada pada masa pandemi ini.

Mengakhiri tulisan  ini, saya menyampaikan tetaplah semangat dalam menjalankan tugas sebagai seorang guru. Tetaplah bersabar menghadapi segala kondisi yang mungkin tidak sesuai sehingga tetaplah iklas dalam pengabdian dan merawat peserta didik agar tercipta generasi-generasi yang maju dan mampu bersaing secara global. Itulah bentuk kemurnian perjuangan dari guru tangguh di tengah pandemi. Salam tangguh.


Fransiscus X.T. Susanto, S.Sos.