NEWS UPDATE :  
SMK SWASTA SANTO ALOISIUS

Berita

MENJADI PENDIDIK HANDAL BERDAYA INOVATIF DI MASA SEKOLAH ONLINE

         Paradigma baru di masa pandemi telah membawa perubahan dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk berinovasi. Proses belajar mengajar yang biasanya tatap muka langsung kini berubah menjadi proses belajar mengajar dari rumah melalui media digital daring (dalam jaringan). Proses pertemuan tidak langsung ini dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Sebagai guru kita ditantang terus berinovasi dalam memaksimalkan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh dan atau belajar dari rumah. Pemanfaatan teknologi informasi digital harus terus dikembangkan selaras dengan tuntutan profesi guru dalam menyikapi situasi dan kondisi saat ini. Seiring dengan hal ini berbagai pihak menawarkan kemudahan dalam mengenal, memahami, dan memanfaatkan teknologi pembelajaran agar menjadi efektif di tengah keterbatasan bertatap muka dengan peserta didik.

        Dengan banyak keterbatasan peserta didik dalam pembelajaran daring atau belajar dari rumah, maka pendidik harus memiliki inovasi yang brilliant dalam melakukan pembelajaran daring.  Seorang guru harus inovatif dan kreatif. Tugas guru bukan sekedar mengajar dan menjadikan siswa mendapat nilai sempurna ketika ujian. Tugas guru itu berat, menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul dalam sikap, pengetahuan dan keterampilan serta berdaya saing. Tantangan guru bukan sekedar bagaimana siswa mendapat nilai tapi bagaimana menghadapi berbagai ujian hidup yang justru akan terasa setelah mereka lepas sekolah. Guru mempunyai peranan penting dalam dunia pendidikan. Peran guru akan tetap diperlukan, walau dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju. Teknologi memang memudahkan segala urusan manusia, tetapi tidak mungkin dapat menggantikan peran guru.       

        Menurut Udin Saefudin Sa’ud (2009:3) “Inovasi ialah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invention maupun diskoveri”. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Makna kata inovasi adalah pembaruan atau perbaikan dengan disertai ke arah yang lebih baik dengan cara-cara tertentu. Inovasi pembelajaran merupakan pembaruan atau perbaikan suatu sistem pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih baik (Arifah, 2016:116).

       Berikut beberapa upaya untuk menjadi guru yang inovatif : 

1) Guru menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional dan intektual sehingga bisa  meningkatkan ketertarikan belajar siswa. Guru bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah (pada batasannya) yang terjadi dikelas agar siswa tetap merasa aman dan nyaman selama proses pembelajaran. 

2) Guru mengukur dengan hati, seberapa besar keterlibatan siswa dalam tugas yang ia berikan Guru harus bisa mengenali siswanya, sehingga akan lebih mudah memahami kelebihan dan kekurangan siswa. 

3) Lima menit terakhir yang menentukan Biasanya pada menit-menit terakhir pembelajaran, siswa akan merasa bosan dan mengantuk. Tetapi apabila seorang guru bisa menerangkan pembelajaran dengan cara yang menyenangkan, maka waktu tidak akan terasa berjalan cepat. Lima menit terakhir pembelajaran berjalan dengan cepat dan menyenangkan. 

4) Guru menciptakan budaya menjelaskan, bukan budaya asal menjawab dengan betul.

 Semakin banyak inovasi yang dilakukan oleh guru, maka semakin banyak pula hal-hal yang produktif yang dilakukan guru seperti persiapan mengajar yang matang, persiapan ruangan belajar yang menarik serta mendukung pembelajaran siswa, media yang menarik siswa untuk belajar lebih aktif, berkembangnya kebijakan sekolah kaitan dengan pembelajaran baik didalam kelas maupun diluar kelas dan sebagainya. Perkembangan iptek yang kini pesat, juga mengharuskan seorang guru untuk senantiasa mengikutinya dan memiliki inisiatif yang kreatif. Kondisi ini mengharuskan seorang guru untuk melek informasi dan teknologi. Oleh karena itu guru harus melakukan berbagai inovasi dalam merancang pembelajaran sehingga tujuan kurikulum tercapai, terjadi proses belajar mengajar yang bermakna dan siswa antusias terhadap pembelajaran.

 

 Teresia Kesrima, S.Pd,Gr.