-800x526.jpg)
MENJADI PENDIDIK HANDAL BERDAYA INOVATIF DI MASA SEKOLAH ONLINE
Paradigma baru di masa pandemi telah membawa perubahan dalam proses
pembelajaran. Guru dituntut untuk berinovasi. Proses belajar mengajar yang biasanya tatap muka
langsung kini berubah menjadi proses belajar mengajar dari rumah melalui media
digital daring (dalam jaringan). Proses pertemuan tidak langsung ini dalam upaya
memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Sebagai guru
kita ditantang terus berinovasi dalam memaksimalkan pembelajaran daring atau
pembelajaran jarak jauh dan atau belajar dari rumah. Pemanfaatan teknologi informasi digital harus terus
dikembangkan selaras dengan tuntutan profesi guru dalam menyikapi situasi dan
kondisi saat ini. Seiring dengan hal ini berbagai pihak menawarkan kemudahan
dalam mengenal, memahami, dan memanfaatkan teknologi pembelajaran agar menjadi
efektif di tengah keterbatasan bertatap muka dengan peserta didik.
Dengan banyak keterbatasan
peserta didik dalam pembelajaran daring atau belajar dari rumah, maka pendidik
harus memiliki inovasi yang brilliant dalam melakukan pembelajaran daring. Seorang guru harus inovatif dan kreatif. Tugas
guru bukan sekedar mengajar dan menjadikan siswa mendapat nilai sempurna ketika
ujian. Tugas guru itu berat, menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul
dalam sikap, pengetahuan dan keterampilan serta berdaya saing. Tantangan guru
bukan sekedar bagaimana siswa mendapat nilai tapi bagaimana menghadapi berbagai
ujian hidup yang justru akan terasa setelah mereka lepas sekolah. Guru
mempunyai peranan penting dalam dunia pendidikan. Peran guru akan tetap
diperlukan, walau dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju.
Teknologi memang memudahkan segala urusan manusia, tetapi tidak mungkin dapat
menggantikan peran guru.
Menurut Udin Saefudin
Sa’ud (2009:3) “Inovasi ialah suatu ide, barang, kejadian, metode yang
dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau
sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invention maupun
diskoveri”. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk
memecahkan suatu masalah tertentu. Makna kata inovasi adalah pembaruan atau
perbaikan dengan disertai ke arah yang lebih baik dengan cara-cara tertentu.
Inovasi pembelajaran merupakan pembaruan atau perbaikan suatu sistem
pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih baik (Arifah, 2016:116).
Berikut beberapa upaya untuk menjadi guru yang inovatif :
1) Guru menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional dan intektual sehingga bisa meningkatkan ketertarikan belajar siswa. Guru bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah (pada batasannya) yang terjadi dikelas agar siswa tetap merasa aman dan nyaman selama proses pembelajaran.
2) Guru mengukur dengan hati, seberapa besar keterlibatan siswa dalam tugas yang ia berikan Guru harus bisa mengenali siswanya, sehingga akan lebih mudah memahami kelebihan dan kekurangan siswa.
3) Lima menit terakhir yang menentukan Biasanya pada menit-menit terakhir pembelajaran, siswa akan merasa bosan dan mengantuk. Tetapi apabila seorang guru bisa menerangkan pembelajaran dengan cara yang menyenangkan, maka waktu tidak akan terasa berjalan cepat. Lima menit terakhir pembelajaran berjalan dengan cepat dan menyenangkan.
4) Guru menciptakan budaya menjelaskan, bukan budaya asal menjawab dengan betul.
Semakin
banyak inovasi yang dilakukan oleh guru, maka semakin banyak pula hal-hal yang
produktif yang dilakukan guru seperti persiapan mengajar yang matang, persiapan
ruangan belajar yang menarik serta mendukung pembelajaran siswa, media yang
menarik siswa untuk belajar lebih aktif, berkembangnya kebijakan sekolah kaitan
dengan pembelajaran baik didalam kelas maupun diluar kelas dan sebagainya.
Perkembangan iptek yang kini pesat, juga mengharuskan seorang guru untuk
senantiasa mengikutinya dan memiliki inisiatif yang kreatif. Kondisi ini
mengharuskan seorang guru untuk melek informasi dan teknologi. Oleh karena itu
guru harus melakukan berbagai inovasi dalam merancang pembelajaran sehingga
tujuan kurikulum tercapai, terjadi proses belajar mengajar yang bermakna dan
siswa antusias terhadap pembelajaran.
Teresia Kesrima, S.Pd,Gr.