NEWS UPDATE :  
SMK SWASTA SANTO ALOISIUS

Berita

KETERSEDIAAN FASILITAS MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA

Perkembangan dunia pendidikan sangatlah pesat dan merupakan salah satu faktor penting untuk menghadapi kemajuan zaman, oleh karna itu pendidikan amat sangat diperlukan karna merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan keahlian tertentu kepada siswa/i untuk mengembangkan bakat, karakter yang kuat serta kepribadian mereka agar mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi dalam kehidupan dunia. Perubahan yang terjadi di dunia ini sangtlah cepat yang mana ini didorong dengan perkembangan daya pikir setiap manusia yang sangat berbeda namun mengarah pada satu tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya, beriman, bertaqwa, berbudi pekerti yang luhur, kepribadian, berdikari, bertanggung jawab dan mempunyai pengetahuan serta keterampilan yang akan dikembangkan untuk dirinya dan masyarakat yaitu ditandai dengan pesatnya kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, lembaga pendidikan dituntut harus dapat menciptakan berbagai sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengikuti setiap perubahan zaman dengan cara menghasilkan out put yang baik dari siswa/i. Mereka harus memiliki kemampuan dan penguasaan teknologi yang memadai sesuai dengan jenjang pendidikan yang dimilikinya. Dengan demikian, pendidikan mempunyai pengaruh yang sangat positif, kreatif, inovatif terhadap kondisi kemasyarakatan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menuju sistem sosial yang dinamis serta modernisasi masyarakat.

            Untuk itupendidikan diprioritaskan pada aspekpotensisumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan pendidikan. Kualitas pendidikan di sekolah, ditentukan olehbeberapa faktor. Faktor tersebut diantaranya faktor siswa, guru, proses pembelajaran, lingkungan, fasilitas pembelajaran serta waktu pembelajaran. Salah satu upaya untuk membangun sumber daya manusia, yaitu dengan menyelenggarakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk mendukungkehidupan yang mandiri dan siap bekerja sesuai dengan bidangnya serta menguasai kompetensi programkeahlian dan kewirausahaan yang dipilih baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, siswa/i SMK diupayakan agar benar-benar menguasai ilmu yang telah disampaikan di sekolah maupun di luar sekolah dan juga terampil sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari. Agar para lulusan dapat memilik kualifikasi sesuai dengan tujuan SMK di atas, maka siswa harus dibekali dengan sejumlah pengetahuan dan keterampilan yang tertuang dalam berbagai materi pembelajaran pada mata diklat yang dipelajari.

Adapun mata diklat di SMK dapat digolongkan dalam tiga golongan yaitu: mata diklat normatif, mata diklat adaptif, dan mata diklat produktif. Mata diklat Produktif adalah mata diklat yang berhubungan langsung dengan kopetensi keahlian siswa seperti pada Mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan (PMKR), Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan (PSPTKR), Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan (PKKR) dan Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK).

Untuk itu diperlukan fasilitas bengkel kerja SMK sebagai penunjang pembelajaran teknik kejuruan,pendidikan kejuruan diarahkan untuk mempersiapkan siswa memasuki lapangan kerja dan pendidikan kejuruan memerlukan fasilitas yang baik untuk praktik. Fasilitas bengkel merupakan salah satu faktor yang mendukung peningkatan minat dan pemahaman pada hasil belajar praktik siswa. Bengkel sebagai tempat berlatih untuk meningkatkan keterampilan baik dalam hal pengenalan, pemeliharaan dan perbaikan maupun pengujian kebenaran darisuatu teori yang ditunjang oleh peralatan dan infrastruktur yang lengkap. Adapun di tiap mata pelajaran memiliki tingkat kesulitan masing-masing contohnya adalah pemahaman dalam membaca rangkaian gambar pada sistem kelistrikan, menguji dan melakukan pengukuran pada komponen pembentuk dari sistem kelistrikan dan praktik dalam memasang atau merangkai (perbaikan) kembali sistem kelistrikankendaraan ringan.

SMK Swasta SantoAloisius Ruteng merupakan Sekolah Menengah Kejuruan yang akan mempersiapkan peserta didiknya untuk bekerja dalam bidang tertentu sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang diperoleh selama mengikuti proses pembelajaran di pendidikan kejuruan teknik kendaraan ringan. Hal ini menjadi sangat penting karna siswa dituntut untuk memiliki keterampilan yang berkualitas dalam memasuki dunia kerja dan mampu mengembangkan karakter yang baik serta memiliki sikap kerja yang professional dalam bidangnya.Sesuai dengan visi SMK Swasta Santu Aloisius Ruteng yaitu Komunitas Pendidikan yang cerdas dan unggul dalam sikap, pengetahuan, ketrampilan serta berwawasan lingkungan yang dilandasi Persaudaraan Kasih dan Damai. Namun demikian, dalam kegiatan pembelajaran praktik yang dilakukan di bengkel oleh siswa kelas XI tampak sedikit kurang maksimal karna Ruang Praktik Siswa (RPS) atau Bengkel hanya satu ruangan yang dibagi menjadi empat ruang Praktik. Hal tersebut dapat ketahui jika siswa sedang melaksanakan kegiatan praktik yang mana keadaan di ruangan mulai padat dengan banyaknya siswa sehingga penguasaan materi yang diberikan juga tidak berjalan dengan maksimal sesuai rencana begitu juga dengan jadwal praktik yang telah dibuat terkadang harus menyesuaikan dengan ketersediaan tempat dan peralatan serta media praktik yang harus disesuikan dengan banyaknya jumlah siswa.

            Oleh karna itu kegiatan harus tetap berjalan, setiap kegiatan praktik yang dilaksanakan bertujuan agar siswa mendapat kan hasil belajar yang baik. Terutama pada tingkat tentang bagaimana sistem penataan dan perawatan diterapkan agar bengkel dapat digunakan siswa secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga upaya meningkatkan keterampilan siswa untuk dalam pemahaman membaca rangkaian gambar pada sistem kelistrikan, menguji dan melakukan pengukuran pada komponen pembentuk dari sistem kelistrikan kendaraan ringan. Melihat dinamika yang terjadi maka cara yang maksimal harus dilakukan dan dengan berbagai cara agar dapat berjalan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih kurangnya keterampilan untuk memahami setiap materi-materi praktik yang diberikan kepada siswa.Siswa merupakan subjek utama yang terlibat dalam proses belajar, ada siswa yang cepat dalam belajar, ada yang lambat, ada yang kreatif dan ada pula yang tergolong gagal. Kondisi seperti merupakan tantangan bagi setiap guru yang terlibat langsung dalam memberikan kegiatan praktik untuk siswa. Hal ini menandakan bahwa hasil belajar pada mata pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan (PKKR) cukup memenuhi indikator standar nilai ketuntasan belajar. Berdasarkan hasil pembelajaran praktik yang dilakukan siswa maka dapat disimpulkanbahwa: siswa dalam belajar di kelas terlihat kurang motivasi dan berminat dalam mengikuti proses pembelajaran, siswa cenderung lebih memilih kegiatan praktik dari pada teori, cenderung tidak mendengarkan guru saat menerangkan dan lebih suka bermain-main dengan siswa lain, siswa tidak ada keseriusan dalam belajar, kurang cermat dan teliti ketika diberikan kegiatan untuk praktik sehingga proses pembelajaran yang diinginkankurang berjalan dengan baik. Keadaan inilah yang diperkirakan sebagai salah satu penyebab rendahnya hasil belajar. Faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah kurangnya rasa ketertarikan siswa terhadap proses pembelajaran menyebabkan kurangnya rasa ingin tahu siswa, kecenderungan belajar dengan cara menulis dan menghapal membuat siswa kurang aktif dalam pembelajaran, serta kurang maksimalnya penggunaan media pembelajaran yang digunakan baik dari guru maupun siswa dalam proses pembelajaran karna terbatasnya penggunaan hand phone oleh siswa saat pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar siswa cenderung beranggapan bahwa kurang penting untuk menguasai materi karena mereka berpikir di dalam perbaikan sangat jarang dilakukan pengukuran yang sesuai dengan pabrikan, ini merupakan anggapan yang salah dalam mencapai mutu lulusan sesuai dengan tuntutan pembelajaran.

            Beberapa faktor yang dirasakan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa pada pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan, baik yang berasal dari diri sendiri (Internal) maupun dari luar diri siswa (External), antara lain faktor: motivasi belajar, minat belajar, guru, media pembelajara, latar belakang pendidikan siswa, sikap belajar, kreativitas siswa, penguasaan siswa, komunikasi antara guru dan siswa, fasilitas belajar dan lain sebagainya. Dalam hal ini, mengamati faktor internal siswa, yaitu motivasi dan minat belajar siswa dan faktor External adalah media pembelajaran bagi siswa. Hal ini menekankan bahwa keberhasilan belajar siswa didukung dari faktor internal dan ekternal siswa itu sendiri. Motivasi dan minat belajar merupakan salah satu faktor yang secara awal hendaknya telah dimiliki siswa. Apabila siswa berminat untuk mempelajari sesuatu maka akan memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Keaktifan para siswa mengikuti belajar mengajar, teori maupun praktek merupakan ciri khas siswa yang memiliki motivasi belajar. Motivasi belajar yang timbul dari dalam diri siswa memungkinkan untuk memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Selain Motivasi belajar, penggunaan media pembelajaran yang efektif juga sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses untuk mencapai prestasi belajar yang sesuai.

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi minat dan prestasi belajar siswa pada pelajaran pemeliharaan kelistrikan kendaraan ringan. Hal ini dapat ditinjau dari berbagai komponen dalam proses belajar mengajar seperti siswa, sarana dan prasarana, media pembelajaran dan masih banyak komponen lainnya. Dari banyaknya masalah-masalah yang berhubungan dengan hasil belajar,secara spesifik dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. Hasil belajar penggunaan peralatan dan pemeliharaan kelistrikan kendaraan ringan masih cukup baik.

2. Kurangnya motivasi dan minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran

3. Kurangnya ketertarikan siswa terhadap proses pembelajaran teori

4. Siswa kurang cermat dan teliti dalam merangkai kelistrikan kendaraan ringan dalam proses pembelajaran praktik.

5. Kurang maksimalnya penggunaan media pembelajaran yang digunakan siswa dalam proses pembelajaran baik teori maupun praktik.

6. Penambahan fasilitas di bengkel akan mempengaruhi hasil belajar siswa dalam melakukan praktik.

 

Pengaruh fasilitas dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa adalah merupakan keharusan bagi sekolah kejuruan dimana bengkel merupakan sarana lembaga pendidikan vokasi dan kejuruan untuk membina siswa dan meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, sehingga harapan akan mencapai ke tingkat profesional akan mudah terwujud jika ada motivasi yang tinggi dalam pembelajaran. Fasilitas bengkel adalah salah satu faktor dari luar yang mendukung peningkatan motivasi belajar praktik siswa. Fasilitas bengkel meliputi segala fasilitas yang terdapat di dalam bengkel praktik, baik ruang, bahan, ruang alat, dll. Fasilitas bengkel yang baik akan mempengaruhi hasil belajar siswa dalam melakukan praktik. Fasilitas bengkel memiliki pengaruh positif terhadap pencapaian hasil belajar pada pemeliharaan kelistrikan kendaraan ringan. Dengan adanya peralatan bengkel yang lengkap akan menunjang kegiatan praktik, siswa yang melakukan praktik di bengkel juga akan merasa senang karena siswa tidak khawatir untuk menyelesaikan pekerjaannya. Fasilitas bengkel yang lengkap juga membuat siswa menjadi fokus pada kegiatan yang sedang dijalaninya.

SMK Santo Aloisius Ruteng yang pastinya telah menyediakan sarana dan prasarana secara bertahap yang sudah cukup memadai dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa agar dapat menumbuhkan serta mengembangkan potensi diri selama dalam proses pembelajaran baik teori maupun praktik, apabila sekolah mempunyai fasilitas bengkel yang lebih memadai maka siswa akan merasa bangga terhadap sekolahnya. Perasaan senang, kesadaran, perhatian dan kemauan yang dimiliki siswa untuk lebih giat melakukan kegiatan belajar lebih meningkat lagi. Faktor pendukung fasilitas bengkel tidak terlepas dari beberapa faktor yang menjadi acuan. Acuan tersebut berfungsi untuk mengukur fasilitas bengkel untuk kebutuhan siswa terhadap kompetensi yang ada di sekolah kejuruan, diantaranya berupa tata laksana bengkel, perencanaan fasilitas, ruang alat dan ruang bahan serta media praktik siswa kejuruan yang menjadi daya dukung dalam kegiatan pembelajaran.

Oleh karna itu upaya agar pembelajaran praktik tetap berjalan sesuai perencanaan dan jadwal yang telah dibuat maka diterapkanlah pembagian dalam kelompok-kelompok kecil serta kegiatan praktik dilaksanakan sampai pada sore hari sehingga siswa sangat maksimal menjalankan kegiatan praktik tersebut. Begitu pula dengan materi praktik pada kelistrikan kendaraan ringan yang selama ini sangat membutuhkan ketelitian, kecermatan dan pemahaman yang mendalam dapat dicapai dengan maksimal.

Bimbingan dari guru praktik juga sangat dibutuhkan dalam memperlancar kegiatan praktik siswa sehingga siswa mampu untuk membaca gambar, memasang dan melaksanakan pengujian pada praktik kelistrikan kendaraan ringan dengan baik sehingga siswa dapat berbagi hal positif dengan siswa yang lain, proses inilah yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam setiap pembelajaran karna siswa akan terlibat penuh dalam semua kegiatan praktik dan juga akan berbagi ilmu yang sudah dikuasai serta seringnya melakukan pengulangan setiap kegiatan praktik akan mempermudah tercapai kompetensi yang sesuai dengan target pembelajaran sehingga diharapkan mampu membangkitkan semangat siswa untuk belajar. Oleh sebab itu tugas guru adalah bagaimana mendorong siswa agar pada dirinya tumbuh motivasi dan minat yang kuat untuk setia menjalani setiap kegiatan yang akan dilakukan terus menerus sampai siswa mendapatkan manfaat dari kegiatan praktik yang dijalani. Ini memberi harapan bagi siswa yang lain menjadi termotivasi untuk belajar teori maupun praktik kejuruan di sekolah dengan lebih giat yang suatu saat akan berguna untuk masa depan siswa kelak.

Fasilitas bengkel dan motivasi belajar secara bersama-sama berpengaruh posistif dan signifikan terhadap hasil belajar mata pelajaran pemeliharaan kelistrikan kendaraan ringan, memiliki hubungan yang positif dan signifikan artinya semakin tinggi fasilitas bengkel dan motivasi belajar maka akan semakin tinggi pula hasil belajar yang dicapai siswa.

Alat yang tersedia sangat terbatas menjadi faktor kesulitan bagi siswa, sehingga membuat siswa bergantian untuk menggunakan alat tersebut dan menjadi salah satu kendala dan keterlambatan siswa dalam menyelesaikan tugas tugasnya, sehingga menimbulkan ketidakefektifan pembelajaran praktikum. Adapun faktor dari dalam siswa itu sendiri yang kurang lihai memahami penggunaan beberapa alat praktik, sehingga siswa akan cenderung meminta bantuan siswa lain atau teman yang mereka anggap lebih bisa diandalkan, maka sebaiknya peralatan kerja praktik perlu adanya pengembangan alat-alat demi memaksimalkan kembali fungsinya. Pengembangan dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai contoh kecil yaitu menambah peralatan praktik yang lebih baik dan modern yang tentunya tetap mengacu pada standar peralatan yang berlaku, sehingga siswa mampu mengerjakan tugas pratikumnya dengan maksimal dan cepat. Cara memaksimalkan peralatan yang tersedia dengan memberikan pengarahan masing-masing siswa dalam menggunakan peralatan tersebut, sehingga semua siswa paham betul bagaimana cara penggunaan alat yang benar dan sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah diberikan sebelumnya.

Berdasarkan hasil kesimpulan di atas maka dapat disarankan sebagai berikut: mengupayakan sarana dan prasarana yang bisa mencangkup seluruh siswa pada saat pelaksanaan pratikum dimulai dari alat-alat dan bahan serta bengkel yang memadai untuk para siswa agar kinerja para siswa dalam pelaksaan pratikum berjalan dengan lancar dan tidak saling tunggu menunggu serta memudahkan guru pengajar dalam menjelaskan materi.

Sebaiknya pihak sekolah terus meningkatkan fasilitas bengkel sehingga siswa terus terpacu untuk menggunakan dengan standar operasi yang sudah ditetapkan. Perlu adanya peningkatan minat dan motivasi baik dari siswa sendiri maupun dari guru agar siswa terdorong untuk mencapai cita-citanya dan meningkatkan kemampuan belajarnya agar mendapat hasil belajar yang lebih baik dengan mempelajari kembali materi pelajaran yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya dan selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 

 

Penulis : Fransiscus X.T. Susanto, S.Sos