Mengukur Kompetensi, Membangun Masa Depan : Pelaksanaan UKK di SMKS St. Aloisius
Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) bukan sekadar ujian
akhir; ini adalah pembuktian sejauh mana siswa SMKS St Aloisius telah
menguasai keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri setelah melalui tahapan panjang selama 3 tahun dan menempuh
Praktek Kerja Lapangan (PKL) selama 6 bulan. Sebagai lembaga pendidikan yang
berkomitmen pada kesiapan kerja, SMKS St Aloisius memastikan bahwa
pelaksanaan UKK tahun ini dirancang secara presisi sesuai dengan standar pedoman pelaksanaan UKK Mandiri yang dikeluarkan oleh
Kemendasdikmen untuk tiga kompetensi keahlian unggulan: Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik
Pengelasan (TP), dan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Berikut adalah gambaran pelaksanaan UKK untuk
masing-masing kompetensi:
1. Teknik Kendaraan Ringan (TKR)
Pada kompetensi ini, siswa dituntut untuk melakukan diagnosis, perbaikan, dan pemeliharaan pada sistem kendaraan modern. Fokus utama UKK TKR adalah pada kemampuan troubleshooting (pemecahan masalah) yang sistematis agar siswa dapat bekerja efisien di bengkel resmi.
Foto : Peserta UKK sedang menganalisis masalah pada sistem pendingin mobil
Lingkup Ujian: Sistem Electrical, Sistem Engine (Sistem pendingin dan Penyetelan Klep Engine 5K), dan Sistem Sasis dan pemindah tenaga ( Transmisi dan Gardan)
Target: Siswa harus mampu menemukan sumber kerusakan
berdasarkan data dan melakukan perbaikan sesuai dengan SOP pabrikan.
Penguji eksternal tahun 2026 untuk kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan Yohanes Yosanta, S.T. berasal dari PT. Hasjrat Abadi Ruteng yang bergerak dibidang otomotif.
Foto : Penguji Eksternal untuk
Kompetensi Keahlian TKR
2. Teknik Pengelasan (TP)
Dalam bidang pengelasan, ketelitian dan standar keamanan adalah harga mati. UKK untuk jurusan Teknik Pengelasan di SMKS St Aloisius menguji kemahiran siswa dalam berbagai posisi pengelasan yang sering ditemukan dalam proyek konstruksi dan manufaktur.
Foto : Peserta UKK sedang melakukan pengelasan plat vertikal
Lingkup Ujian:
Pengelasan menggunakan metode SMAW (Shielded Metal Arc Welding) dan GMAW (Gas
Metal Arc Welding).
Target: Siswa harus
menghasilkan sambungan las yang memiliki penetrasi yang baik, minim cacat las
(seperti porosity atau slag inclusion), dan estetika yang
presisi.
Penguji eksternal tahun 2026 untuk kompetensi keahlian
Teknik Pengelasan Siprianus Ngaca, S.E. berasal dari Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Manggarai yang memiliki kualifikasi
dan kompetensi dibidang pengelasan.
Foto : Penguji Eksternal untuk
Kompetensi Keahlian TP
3. Desain Komunikasi Visual (DKV)
Berbeda dengan dua jurusan sebelumnya yang berbasis mekanis, UKK DKV menguji kemampuan logika desain, kreativitas, dan penguasaan perangkat lunak (software) industri. Fokusnya adalah pada alur kerja dari brief klien hingga menjadi aset visual yang siap produksi.
Foto : Peserta UKK sedang
melakukan pengambilan gambar
Lingkup Ujian: Pengembangan identitas visual (branding),
desain kemasan, fotografi dan ilustrasi
digital (poster festival budaya Manggarai).
Target: Siswa harus mampu menerjemahkan kebutuhan
klien menjadi visual yang komunikatif, serta memahami alur kerja produksi yang
efisien.
Penguji eksternal tahun 2026 untuk kompetensi keahlian Desain Komunikasi Visual Nirmansyah M. Totong, S.Pi berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai yang memiliki kualifikasi dan kompetensi dibidang desain grafis.
Foto : Penguji Eksternal untuk
Kompetensi Keahlian DKV
Standar Industri di Sekolah
Pelaksanaan UKK di SMKS St Aloisius selalu
melibatkan penguji eksternal dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang memiliki kompetensi profesional di bidangnya. Hal ini
memastikan bahwa standar penilaian yang digunakan adalah standar nyata yang
berlaku di lapangan kerja. Dengan melalui proses ini, siswa tidak hanya lulus
ujian sekolah, tetapi juga lulus "uji mental" sebagai calon tenaga
profesional yang siap pakai.