NEWS UPDATE :  
SMK SWASTA SANTO ALOISIUS

Berita

KETIKA PANDEMI MENGGELIAT LELO PANDE DAMI

 (Sebuah refleksi atas pandemi Covid-19 yang mengispirasi)

Oleh : Matheus E. B. Hipir, S. Fil

Pandemi corona Covid-19 sudah genap setahun melanda Indonesia. Seluruh sektor kehidupan dipaksa untuk memutar otak agar mampu bertahan hidup sambil meneruskan usaha, pekerjaan, maupun kewajiban lain sebelumnya. Solusi untuk dapat bertahan melewati masa pandemi ini adalah dengan tidak pernah berhenti belajar, tetap produktif, kreatif dan inovatif. Sektor pendidikan khususnya di lingkungan sekolah pun tidak luput dari pandemi corona Covid-19 ini. Antusiasme peserta didik untuk belajar menurun bahkan sebaliknya bibit kemalasan, egoisme dan hedonisme yang meningkat. Hal ini pun menjadi permasalahan yang serius terhadap pembentukan karakter peserta didik di kemudian hari. Menghadapi situasi seperti ini, Guru dan tenaga kependidikan dituntut untuk berpikir, kreatif, berinovasi dan tidak pernah berhenti belajar agar tetap produktif. Pandemi ini mungkin menyadarkan kita kalau ternyata usaha kita kurang inovatif dan masih punya banyak keterbatasan. Pandemi ini membuat kita jadi lebih berusaha dan berinovasi untuk bisa mencapai visi san misi sekolah, misalnya dengan bantuan teknologi yang tersedia. Setiap anggota sekolah hendaknya berkoordinasi dan berkolaborasi dengan teknisi komputer dan aplikasi agar setiap masalah yang berkaitan dengan teknologi dapat teratasi. Untuk menyikapi tantangan pendidikan di masa darurat kesehatan ini penting untuk membangun harmonisasi antara guru, siswa dan orang tua. Proses pendidikan harus bebas dari tekanan, mudah dan menyenangkan bagi semua pihak yang terlibat baik siswa, guru maupun orang tua. Karena itu dibutuhkan kesabaran, antusiasme dan hati yang terbuka dalam bekerja.

Para guru dan tenaga kependidikan di SMKS St. Aloisius memiliki terobosannya sendiri dalam menghadapi pandemi corona Covid-19 ini. Semua metode pengajaran, beberapa peraturan diubah berdasarkan kesepakatan bersama demi tercapainya visi dan misi sekolah tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku. Fleksibilitas mendapat perhatian penuh demi sebuah kualitas. Para guru dan tenaga kependidikan SMKS St. Aloisius selalu sigap dan cepat tanggap dalam menghadapi situasi darurat ini agar tetap mampu berinovasi, beradaptasi, kreatif dan tidak pernah berhenti belajar sesuatu yang baru agar mampu menjadi sekolah yang unggul di kota Ruteng. Agar hal ini dapat terlaksana dengan baik maka diperlukan koordinasi dan kolaborasi antara pihak sekolah, siswa, orang tua dan dunia industri. Karena itu dibutuhkan komunikasi yang intens agar proses pendidikan ini tetap survive di masa pandemi corona Covid-19 ini. Sebelum semua hal itu terlaksana para guru, tenaga kependidikan dan pegawai  di SMKS St. Aloisius memiliki caranya tersendiri dalam mengawali kegiatan di sekolah. Para guru, tenaga kependidikan dan pegawai SMKS St. Aloisius selalu mengawali kegiatannya dengan melaksanakan ibadat sabda bersama di aula St. Theresa, tentunya sambil mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Uniknya, semua anggota sekolah mendapat kesempatan untuk memimpin ibadat sabda ini mulai dari Kepala Sekolah, para guru, pegawai, toolman, satpam, petugas pembersih lingkungan sekolah pun menjadi pemimpin ibadat. Semua anggota sekolah berani untuk belajar sesuatu yang baru demi meningkatkan kualitas personal yang tentunya berdampak pada peningkatan kualitas komunitas sekolah itu sendiri. 


Baca Juga : Berekspresi di bulan Kitab Suci


Ada beberapa hal positif yang diperoleh dari kegiatan ini. Yang pertama, semua anggota sekolah memiliki keinginan yang besar untuk mempelajari sesuatu yang baru. Soal memimpin doa bukanlah hal yang hanya dilakukan oleh guru agama atau kaum religius tetapi seorang guru teknik, guru matematika atau satpam sekalipun bisa melakukan hal tersebut. Karena semua manusia memiliki potensi yang sama dan sama di hadapan Allah. Yang kedua, adanya semangat solidaritas dan persaudaran yang tinggi dalam komunitas sekolah. Pembauran anggota sekolah dalam berelasi satu sama lain tanpa memandang status dan perlakuan yang adil bagi setiap anggota sekolah tanpa diskriminasi sudah mencerminkan kepedulian, persaudaraan dan solidaritas yang ada dalam lingkungan SMKS St. Aloisius yang selalu solid, kompak dan bersatu dalam usaha untuk mewujudkan visi dan misi sekolah. Sikap saling menghormati dan menghargai terlihat jelas dalam lingkungan sekolah ini. Yang ketiga, adaya rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan. Kesetiaan dan tanggung jawab terhadap tugas atau pekerjaan yang diberikan tentunya menggambarkan kualitas diri seseorang. Dengan melaksanakan tugas sebagai pemimpin ibadat sabda ini menunjukkan kalau semua anggota sekolah memiliki kualitas diri yang baik karena telah setia dan bertanggungjawab atas tugas yang diterima dan bertanggungjawab atas iman yang dianutnya. 

Berbagai perisitiwa yang menimpa manusia pada hakikatnya merupakan ujian dan cobaan atas keimanan dan perilaku yang telah dilakukan oleh manusia itu sendiri. Kita sebagai manusia beriman wajib berefleksi atas pandemi yang melanda ini serta memohon kepada Allah yang Maha Kuasa dan berusaha menyikapinya dengan penuh kesabaran dalam rangka merubah keadaan yang dihadapi agar menjadi lebih baik. Jadikan masa pendemi ini sebagai bahan refleksi dan evaluasi diri agar kita dapat menjadi pribadi yang beriman, sehat dan kompetitif karena di dalam hidup tidak semua yang diinginkan akan terwujud dan semua yang ditakutkan akan terjadi. Kita diajak untuk mencoba, belajar hal-hal yang baru, mengeksplorasi diri kita sendiri dengan memaksimalkan potensi diri yang ada dan berkarya dengan memberikan apa yang terbaik dari dalam diri kita untuk orang lain dan alangkah baiknya bila itu semua diawali dengan berdoa. Salam PKD!!!