NEWS UPDATE :  
SMK SWASTA SANTO ALOISIUS

Berita

BIMBINGAN DAN KONSELING DITENGAH PANDEMI COVID-19

(Gabrela Febryani Santur, S.Pd)

Pandemi covid-19 mempengaruhi sebagian sektor kehidupan masayarakat global. Salah satuanya adalah mempengaruhi sektor pendidikan. Penularan covid 19 yang sangat cepat menyebakan sistem pendidikan tatap muka di sekolah menjadi efektif. Dengan kata lain semua bentuk kegiatan di sekolah tidak berjalan seperti biasanya. Kegiatan belajar mengajar yang lazimnya dilakukan secara tatap muka, harus digantikan dengan pembelajaran dalam jaringan (daring) melalui internet. 

            Sebagian besar wilayah Indonesia terdampak pandemi covid-19, salah satunya adalah wilayah kabupaten Manggarai yang masuk dalam kategori zona merah penyebaran virus covid-19. Oleh karena itu Pemerintah menghimbau untuk meniadakan pembelajaran tatap muka dan melakukan pembelajaran daring.SMK St. Alosius Ruteng yang merupakan salah satu sekolah di wilayah Kabupaten Manggarai memberlakukan pembelajran daring di tahun ajran 2020-2021.

            Para guru berusaha semaksimal mungkin mengoptimalkan pembelajran daring menggunakan berbagai aplikasi yang dapat menunjang pembelajaran. Sebagai guru bimbingan dan konseling, saya turut merasakan dampak dari pandemic virus ini. Layanan dalam bimbingan dan konseling yang seharusnya dilakukan secara tatap muka menjadi tidak efektif karena sebagian besar dilakukan secara daring.Contohnya layanan bimbingan klasikal, dimana pemberian materi bimbingan kepada siswa dilakukan melalui aplikasi zoom meeting dan google classroom. Selain itu layanan konseling individual yang seharusnya dilakukan dengan pertemuan rutin dan berkala menjadi berbeda dari biasanya.


Foto : kunjungan rumah guru BK ke salah satu peserta didik

            Bimbingan dan konseling di sekolah mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi pencegahan dan fungsi pengentasan. Untuk mengoptimalkan fungsi pencegahan bimbingan dan konseling, saya mengadakan kegiatan Bimbingan kelompok dengan cara membagi siswa dalam beberapa kelompok. Kemudian melakukan kegiatan tersebut di sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesauai himbauan pemerintah. Setiap kelas di bagi dalam dua shift dan mereka datang ke sekolah dalam waktu yang berbeda. Dalam kegiatan bimbingan kelompok ini kami membahas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan mereka sebagai remaja. Mereka saling berbagi pengalaman dan saya sebagai fasilitator dalam kegiatan tersebut memberikan mereka motivasi. Mereka juga saling menguatkan satu sama lain.

            Sebagai remaja yang sedang dalam proses tumbuh dan kembang, merseka tidak luput dari berbagai permasalahan. Dan hal itu membutuhkan bantuan dari saya sebagai guru BK untuk menyelesaikan persoalan yang tengah mereka hadapi. Dalam proses mengentaskan permasalahan siswa, saya harus terlebih dahulu perlu mengetuhui jenis permasalahannya dan melakukan analisis instrumen. Tetapi hal tersebut tidak bisa dilakukan karena tidak adanya tatap muka dengan peserta didik. Akibatnya penyelesaian masalah siswa seringkali tidak efektif. Untuk mengatasi ini saya melakukan kegiatn pendukung yaitu mengunjungi rumah siswa dan membangun komunikasi dengan siswa bersama orang tuanya untuk mencari solusi dari permasalahan siswa tersebut.


Foto : Kegiatan sharing bersama peserta didik

            Pandemi covid-19 memberikan kesulitan bagi saya sebagai seorang guru Bimbingan dan Konseling dalam melakukan kegiatan layanan BK di sekolah, namun juga memberikan banyak pembelajaran di mana saya harus lebih sabar menghadapi berbagai tingkah laku siswa bimbingan  dan juga saya harus lebih kreatif menggunakan media pembelajaran yang dapat membantu pelayanan BK di sekolah selama masa pandemi