TERUS MELANGKAH, TETAP SEMANGAT
Salam
Persaudaraan, Kasih, dan Damai.
Masa
pandemi yang telah berlangsung selama satu tahun ini telah memberikan saya
berbagai pengalaman baru yang berkesan, terutama dalam peran saya sebagai
seorang guru di SMK Santo Aloisius Ruteng. Setelah empat tahun menjadi guru di
SMK Santo Aloisius, saya telah banyak belajar tentang bagaimana menjadi guru
yang berintegritas, terutama dalam masa pandemi ini, di mana banyak tatanan kehidupan
yang mengalami perubahan dan pergeseran, tak terkecuali di bidang pendidikan.
Tantangan yang dihadapi oleh saya sebagai salah satu pelaku akademis menjadi
semakin sulit karena mereka dituntut untuk bisa melakukan berbagai macam
penyesuaian di bidangnya, terutama membiasakan diri dengan kegiatan belajar
mengajar dalam jaringan (online).
Sekalipun
menjumpai aneka situasi selama pandemi, saya tetap bersyukur kepada Tuhan dan
berterima kasih kepada sekolah yang menjadi tempat saya mengabdi selama empat
tahun ini karena telah memberikan kesempatan kepada saya untuk terus
mengembangkan diri. Banyak hal-hal menarik yang telah saya alami selama masa
pandemi ini, baik suka maupun duka, namun hal yang paling berkesan bagi saya
adalah sebuah momen saat merayakan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada
tanggal 2 Mei 2021.

gambar : Gerry Lagur salah satu peserta lomba pidato Bahasa Inggris
Hari
pendidikan tahun ini memang jauh dari
kesan gegap gempita seperti tahun-tahun sebelumnya, namun semangat tersebut
dimaknai dan dihidupkan kembali oleh SMK
Santo Aloisius Ruteng dengan mengadakan kegiatan perlombaan antarkelas dalam
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2021 pada hari Selasa, 4 Mei 2021 bertempat
di aula Multimedia sekolah kejuruan ini. Acara ini diikuti oleh Kepala sekolah,
para guru, serta beberapa siswa utusan dari tiap kelas tentunya dengan protokol
kesehatan yang dianjurkan pemerintah dan disiarkan secara langsung melalui
kanal Youtube resmi Multimedia SMK Santo Aloisius.
Para
siswa yang mengisi acara menampilkan beragam kecakapan yang mereka miliki,
yaitu berpidato Bahasa Indonesia, berpidato Bahasa Inggris, Story Telling (bercerita),
menciptakan dan membaca puisi, serta bernyanyi solo. Antusiasme para siswa
patut diacungi jempol, sebab dalam keterbatasan akibat pandemi, mereka tetap
bisa menunjukkan semangat dan menyuguhkan penampilan yang apik. Saya sebagai
guru merasa sangat bangga melihat penampilan para murid ini. Meskipun proses
belajar selama selama setahun ini dilakukan tanpa tatap muka, mereka tetap
bersemangat mempersiapkan diri agar dapat tampil prima di hadapan kami, para
guru serta para penonton via kanal Youtube Multimedia SMK Santo Aloisius.
Bruder
Victor London, selaku kepala sekolah pun dalam sambutannya berharap agar
kegiatan ini dapat membuat kemampuan para siswa berkembang sehingga menjadi
pengalaman dan kekayaan untuk hari yang akan datang. Hal tersebut sejalan dengan tema Hari
Pendidikan Nasional Tahun ini, yaitu ‘Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka
Belajar’; Serentak berpikir dan serentak
bertindak dengan tepat untuk memberikan ruang dan waktu kepada anak didik agar
mereka dapat mengeksplor kemampuan dalam diri mereka, lanjutnya. Kata-kata ini
akan selalu saya ingat dan akan menjadi pengingat bagi diri saya agar juga
dapat mengembangkan kemampuan diri, terutama menjadi panutan bagi para murid
saya.

Gambar : Sambutan Kepala Sekolah Br. Viktor London, CSA
Semoga
para pengajar dan siswa tetap bersemangat menghadapi situasi yang rumit ini,
seperti pesan Bapak Presiden Jokowi dalam wawancaranya dengan Menteri
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, yaitu agar para siswa
tetap harus tekun belajar, karena mereka yang selalu belajar akan terus bisa
menyesuaikan diri dengan zaman. “Ilmu sekolah atau kampus bisa menjadi jadul,
tapi kalau belajar sepanjang zaman kita akan terus relevan,” katanya.
Pengalaman
merayakan Hari Pendidikan Nasional di Tahun 2021 ini hanyalah salah satu dari
beragam pengalaman menarik saya selama menjalani profesi saya sebagai guru di
khususnya di masa pandemi ini. Ada banyak hal-hal lain, yang walaupun bukanlah
hal besar juga turut mewarnai hari-hari saya dalam menjalankan tugas sebagai
seorang pendidik.
Di
masa-masa sulit ini, saya jadi lebih memaknai betapa pentingnya sebuah
pertemuan, terutama kegiatan tatap muka bersama para murid saya. Saat
menjalankan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, saya bukan hanya memberikan
ilmu pengetahuan kepada para murid, namun juga mempelajari karakter dari tiap
pribadi yang ada di dalam kelas. Hal tersebut tentu tidak mungkin saya lakukan
pada saat pertemuan dengan para pelajar via aplikasi Zoom atau
aplikasi-aplikasi canggih lainnya. Saya merindukan suasana kelas dengan segala
keanekaragaman siswa di dalamnya. Pepatah yang mengatakan bahwa kita akan lebih
menghargai sesuatu saat kita tidak mampu memiliki atau melakukannya sungguh
terasa lebih dalam di saat-saat seperti ini. Bahkan hal-hal sederhana pun
seperti berbagi cerita menarik di kelas adalah hal yang begitu saya rindukan.
Namun
demikian, interaksi dengan sesama rekan guru adalah angin segar bagi saya saat
tidak bisa bertatap muka dengan para siswa. Walaupun tidak bisa berkumpul
dengan durasi yang seperti sebelumnya, melakukan aneka kegiatan atau sekedar
berbagi cerita dengan para rekan sejawat adalah hal yang sungguh menyenangkan.
Saya pun banyak belajar tentang bagaimana menjalin komunikasi yang lebih baik
lagi dengan para kawan-kawan guru via aneka aplikasi digital demi memudahkan
proses pembelajaran daring, seperti mengirimkan materi via WA, mengecek apakah
nilai sudah di-input, dan masih banyak yang lainnya. Tak jarang saya menemui
kendala dalam proses komunikasi via aplikasi ponsel pintar ini, namun hal
tersebut tidak menjadi penghalang dalam kegiatan pembelajaran kami. Selalu ada
jalan untuk setiap persoalan yang saya hadapi di tengah masa sulit ini.
Gambar : Ilustrasi belajar daring
Satu
hal juga yang membuat saya bersyukur bahwa saya adalah bagian dari SMK Santo
Aloisius adalah bagaimana iman saya ditumbuhkan dan dipelihara via
kegiatan-kegiatan rohani, yang walaupun dilakukan secara daring, tetap terasa
khidmat, seperti saat sedang melakukannya di lingkungan sekolah. Doa pagi,
evaluasi, doa siang, Jalan Salib bersama, dan yang selalu dilakukan tiap tahun;
Retret bagi para guru yang menjadi momen mengintrospeksi dan merefleksikan
diri. Hal-hal tersebut juga turut membentuk saya bukan hanya menjadi guru yang
baik, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan ingin terus
bertumbuh dan berkembang dalam iman. Betapa bersyukurnya saya telah menjadi
bagian dari SMK Santo Aloisius; saya mendapat berbagai pelajaran tentang
integritas diri, disiplin, serta lebih memaknai slogan SMK Santo Aloisius,
yaitu Persaudaraan, Kasih, dan Damai.
Sekalipun
pandemi masih berlangsung, dan belum diketahui kapan akan berakhirnya, saya
sebagai seorag guru harus tetap bersemangat sehingga dapat menjadi panutan bagi
para siswa. Saya harus bisa berinovasi sembari mengolaborasikan berbagai metode
pembelajaran yang efektif dan bisa diterima dan dipahami oleh para murid agar
membuat para murid tetap tekun mengikuti kegiatan belajar setiap harinya.
Semoga
semua pelaku akademis, baik guru, maupun
pelajar senantiasa diberikan kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi situasi
sulit ini. Jangan sampai pandemi mematahkan semangat yang telah ditanamkan oleh
Bapak Pendidikan kita, dan semoga semangat Santo Aloisius senantiasa hidup
dalam diri kita semua.
Ruteng, Juni 2021
Silvester Armin Baeng, SPd.