SEKOLAH BERPRESTASI
Oleh : Bonifasius Doi, ST
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, prestasi diartikan sebagai hasil yang telah dicapai dari apa yang
telah dikerjakan atau dilakukan. Adapun berprestasi diartikan mempunyai
prestasi dalam suatu hal. Sedangkan orang yang berprestasi dapat diartikan
sebagai orang yang dianggap sukses dalam bidang tertentu karena ia memiliki
kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Sekolah
berprestasi adalah sekolah yang sukses dibidang tertentu. SMK Swasta St.
Aloisius termasuk sekolah berprestasi. SMK St. Aloisius sudah dua kali mewakili
Provinsi NTT mengikuti Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) yang
diselenggarakan pada tahun 2023-2024. Dalam mengikuti LKSN SMK Swasta St.
Aloisius memperoleh hasil Medalion of Exellence (MOE).

Foto : Pendamping peserta LKSN perwakilan NTT di Palembang tahun 2025
SMK Swasta St. Aloisius
dengan sarana dan peralatan yang seadanya mampu mengoptimalkan kinerja siswa.
Guru pembimbing dengan totalitas dan pengorbanan yang maksimal berusaha untuk
membagi ilmu yang dimiliki agar siswa yang dibimbing menjadi kompeten dan bisa
bersaing dengan peserta lomba lainnya di level nasional. Totalitas dan
pengorbanan yang dilakukan guru pembimbing dan ketekunan siswa peserta lomba
membuahkan hasil yang mengharumkan nama sekolah dengan mencapai peringkat
Medalion of Exellence (MOE).
Sebelum bersaing dilevel
nasional, SMK Swasta St. Aloisius harus bersaing pada level Propinsi. Dengan
persiapan yang matang dan tekad yang besar guru pembimbing dan peserta lomba
optimis bisa mencapai hasil yang baik. Berkat kemampuan dan persiapan yang
matang akhirnya SMK Swasta St. Aloisius sudah dua kali berhasil mengikuti LKSN
pada level nasional. Pada perlombaan LKSN SMK Swasta St. Aloisius memperoleh
hasil Medalion of Exellence (MOE). Berdasarkan pengalaman mengikuti LKSN pada
tingkat nasional banyak pengalaman yang didapat oleh guru pembimbing dan
peserta lomba. Diantaranya adalah saran untuk sekolah agar meningkatkan sarana
dan prasarana pengelasan agar bisa bersaing dengan baik di kemudian hari.
Selain kelengkapan sarana dan prasarana pengelasan, guru pembimbing dan peserta
lomba juga membutuhkan waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri sebelum
mengikuti LKSN.

Foto : Siswa SMKS St Aloisius menjadi peserta LKSN Teknik Pengelasan perwakilan Propinsi NTT
Faktor dari luar yang
mendorong sekolah berprestasi adalah guru. Guru khususnya
guru pembimbing menjadi salah satu faktor dalam keberhasilan
mereka. Tanpa guru yang kompeten dan yang berdedikasi
tinggi peserta lomba belum tentu bisa meraih hasil yang baik. Selain guru
yang kompeten, siswa
SMK Swasta St. Aloisius juga sangat disiplin dalam melaksanakan proses
kegiatan belajar mengajar. Salah satu contoh yang
paling nyata adalah siswa SMK Swasta St. Aloisius sangat
disiplin dan semangat meskipun kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 06.45 dan
berakhir pukul 13.30 WITA.
Harapan kedepannya, semoga SMK Swasta St. Aloisius tetap menjadi sekolah yang terbaik dari sekolah yang terbaik lainnya. Prestasi semakin bertambah pastinya. Kedisiplinan ketekunan adalah yang utama. Karena kesuksesan berawal dari ketekunan. Guru pembimbing dan peserta LKSN juga membutuhkan dukungan dari sekolah dan rekan kerja agar bisa mengikuti perlombaan dengan baik. Kelengkapan sarana dan prasarana dan waktu yang cukup untuk persiapan serta dukungan dari sekolah dan rekan kerja kiranya bisa meningkatkan prestasi sekolah menjadi lebih baik sehingga bisa meraih peringkat lebih dari sekedar Medalion of Exellence (MOE). Bentuk dukungan dan pengorbanan untuk membuat sekolah berprestasi merupakan perwujudan dari semboyan kita yang tetap dan selalu bersaudara dalam kasih dan damai. Salam PKD.