NEWS UPDATE :  
SMK SWASTA SANTO ALOISIUS

Berita

SUKA DUKA BENDAHARA SEKOLAH DIMASA PANDEMI COVID-19

Oleh: EVANGELINA FIRMAN GADI, S.Pd


Menjadi seorang yang diberi tugas dan jabatan sebagai bendahara tidaklah mudah, karena harus bergelut dengan persoalan pendanaan yang sering mengalami fluktuasi antara pemasukan dan pendapatan. Situasi dan kondisi ini seringkali membuat seorang bendahara harus memiliki tingkat ketelitian dan ketekunan yang tinggi, karena jika seorang bendahara mengabaikan sikap ini maka akan menimbulkan dampak yang buruk bagi kelangsungan kegiatan belanja dan pendapatan sekolah.

Saat ini dunia sedang dilanda pandemi global yaitu virus Covid – 19 yang hampir melumpuhkan semua aktivitas kehidupan manusia. Kehadiran virus ini seakan membalikkan semua kesenangan menjadi malapetaka. Semua aspek kehidupan dipaksa untuk berhenti melanjutkan mimpi, tidak terkecuali bidang pendidikan. Situasi pandemi membuat roda perekonomian sekolah terganggu, dan hal inilah yang menimbulkan tantangan bagi seorang bendahara sekolah.

Dalam artikel ini, saya akan mengulas sedikit tentang “ SUKA DUKA BENDAHARA SEKOLAH DIMASA PANDEMI COVID-19”. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan informasi bagi yang membacanya.


  1. Tugas dan Fungsi Bendahara Sekolah SMK Santo Aloisius Ruteng


  1. Bendahara sekolah bertanggungjawab kepada Kepala Sekolah atas keterlaksanaan pengelolaan keuangan sekolah.

  2. Menjadi figur contoh bagi guru, karyawan, dan peserta didik dalam sopan santun, etos kerja, disiplin yang mencerminkan Iman Katolik.

  3. Membuat RABS yang meliputi:

  1. Dana operasional sekolah

  2. Dana pembinaan dan pendampingan siswa

  3. Dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) yang diterima sekolah dari APBN

  1. Mengkoordinir kegiatan pengelolaan dana sekolah  yang lain meliputi:

  1. Dana sosial guru dan karyawan

  2. Dana koperasi sekolah ( jika ada)

  3. Dana yang digali dari sumber lain.

  1. Membuat laporan keuangan tertulis secara berkala dan tahunan.

  2. Mengelola dana praktik siswa ( khusus SMK)

Tugas dan fungsi diatas merupakan pedoman yang membuat segala tujuan yang tertuang dalam visi dan misi SMK santo Aloisius dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Pedoman ini menjadi penunjuk arah yang membuat seorang bendahara sekolah mampu mengatasi dan menjawab semua tantangan baik itu tantangan di bidang sosial maupun teknologi.


Baca Juga : Peran Layanan Bimbingan Konseling Dalam Proses Belajar Jarak Jauh


  1. Dampak Pandemi Covid- 19 di Bidang Pendidikan


Kemunculan virus corona ( covid-19 ) yang menjadi pandemi di tanah air pada bulan maret 2020 yang lalu membuat semua aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Kehadiran virus ini menghambat rencana pembangunan beberapa bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan, yang dasarnya pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam pembangunan Negara. Pemerintah Indonesia pun mengambil kebijakan yang bertujuan untuk memutus rantai penularan pandemi Covid-19. Salah satunya adalah penerapan kebijakan sosial distancing, dimana warga harus menjalankan seluruh aktivitas di rumah, seperti bekerja, belajar, termasuk dalam melaksanakan ibadah.

Penerapan kebijakan sosial distancing ini jelas sangat berdampak terhadap seluruh sektor kehidupan termasuk pendidikan, dimana dunia pendidikan harus beradaptasi dengan aturan Belajar Dari Rumah yang sangat menuntut para siswa dan orang tua mampu secara ekonomi untuk mendukung BDR tersebut. Siswa dan orang tua dituntut pula untuk segera beradaptasi dengan penggunaan teknologi melalui aplikasi pembelajaran yang sangat canggih saat ini. Penguasaan teknologi yang canggih dan pengunaan aplikasi pembelajaran sangat sulit dipelajari siswa dan orang tua dalam waktu yang terbilang mendadak. Siswa dan orang tua juga masih belum mampu menerima kebijakan belajar yang merupakan dampak dari pandemi covid- 19. 

Dalam proses pelaksanaan pendidikan di sekolah, pandemi covid -19 memberikan dampak yang sangat besar dalam pengembangan dan proses pembagunan sekolah. Pengembangan dan pembangunan sekolah tidak terlepas dari biaya operasional pendidikan atau biaya pendidikan yang bersumber dari orang tua siswa. Kebijakan BDR yang diterapkan sekolah, menjadi tantangan yang sangat besar bagi para bendahara sekolah, dimana bendahara harus mampu untuk tetap memperoleh pendapatan guna untuk keberlangsungan pembelajaran walaupun dilakukan dari rumah.

Upaya yang dilakukan bendahara sekolah untuk tetap memiliki pendapatan di masa pandemi covid- 19 antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Mensosialisasikan kepada siswa tentang pembayaran uang sekolah yang akan dilakukan secara online.

  2. Membuat beberapa aplikasi pembayaran yang murah dan dapat diakses oleh semua siswa.

  3. Menentukan pengeluaran yang diprioritaskan pada upaya penanganan covid- 19 di sekolah.

  4. Membatasi pengeluaran yang dianggap tidak relevan dengan kegiatan Belajar Dari Rumah.

  5. Memaksimalkan media sosial sebagai alat komunikasi yang aktif dengan para orang tua dan siswa tentang bagaimana memenuhi kewajiban pembayaran ditengah pandemi covid-19.


  1. Suka Duka Bendahara Sekolah Dimasa Pandemi Covid-19


Bendahara sekolah merupakan  kunci terlaksana atau tidaknya kegiatan pembelajaran di sekolah dimasa pandemi Covid-19. Bagaimana tidak, seorang bendaharalah yang mengetahui secara pasti besaran anggaran pendapatan dan belanja sekolah selain kepala sekolah. Bendahara dimasa pandemi dituntut untuk tetap sigap mengatur pendapatan dan belanja ( pengeluaran ) sekolah walaupun siswa tidak melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Bendahara sekolah perlu memikirkan cara-cara yang tepat untuk memenuhi kebutuhan belanja sekolah di masa pandemi ini. 

Sebagai seorang bendahara sekolah, penulis merasakan perbedaan yang mencolok dalam pengelolaan dana operasional sekolah dimasa pandemi ini. Terutama mengenai jenis-jenis pengeluaran yang tidak terduga dalam upaya penanganan covid- 19 di lingkungan sekolah. Misalnya, pengadaan alat kesehatan yang didatangkan dari luar daerah dan pemeriksaan kesehatan yang wajib dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Biaya untuk penanganan covid-19 di sekolah terasa sangat besar melebihi biaya untuk kegiatan rutin dimasa normal sebelum masa pandemi.

Dimasa pandemi Covid- 19 sekarang ini, bendahara sekolah dalam melaksanakan tugasnya mengalami suka duka yang sama dengan semua warga sekolah. Hanya saja bendahara sekolah menfokuskan dirinya untuk memikirkan keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan sekolah, sehingga proses pembelajaran dan pembangunan di sekolah tetap terlaksana sesuai yang diharapkan walau pembelajaran dilakukan secara daring tanpa tatap muka dengan para siswa. Sangat sulit dimasa pandemi Covid- 19 ini menargetkan pendapatan dari siswa. Banyak kendala yang harus dihadapi yang antara lainnya adalah:

  1. Para siswa sulit melakukan pembayaran secara online karena kondisi geografis tempat tinggal dan ekonomi siswa. Kondisi tempat tinggal siswa yang belum ada akses jalan raya, belum ada sinyal komunikasi via telepon seluler serta keadaan ekonomi yang semakin memburuk karena orang tua banyak yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid- 19.

  2. Penguasaan teknologi orang tua siswa belum maksimal, sehingga sulit mengakses aplikasi pembayaran yang seyogyanya dapat dilakukan dari tempat tinggal masing-masing tanpa harus ke sekolah.

  3. Pendapatan sering tidak memenuhi target namun pengeluaran selalu urgen sehingga tidak dapat ditunda pembelian atau pengadaannya.

  4. Bendahara merasa kesulitan berkomunikasi dengan orang tua siswa karena orang tua tidak menggunakan telepon seluler ( hal ini terjadi diawal masa pandemi, sebelum orang tua mengetahui pembelajaran daring itu menggunakan sarana alat komunikasi seperti telepon seluler sebagai penghubung antara orang tua dengan pihak sekolah).

  5. Tidak ada tatap muka di sekolah membuat para siswa dan orang tua lupa bahwa pembayaran kewajiban uang sekolah tetap dilakukan sekalipun pembelajaran dilakukan dari rumah.

  6. Pengeluaran dimasa pandemi menjadi dua kali lipat dari pengeluaran dimasa normal.

Begitu banyaknya kendala yang disampaikan penulis di atas menjadi pelajaran yang berharga bahwa tidak semua yang direncanakan akan terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Kendala-kendala diatas juga menjadi bahan perenungan bagaimana langkah selanjutnya mengolah keuangan sekolah dimasa Pandemi Covid- 19 dan bagaimana strategi yang baik dalam memperoleh pendapatan dari siswa jika pandemi belum berakhir di waktu yang akan datang. Seluruh tugas harus tetap dilakukan dengan prinsip jujur,adil, dan transparan guna mewujudkan sekolah yang tetap hidup dan tetap berjaya ditengah pandemi.

Akhir kata sebagai seorang bendahara, penulis berharap bahwa tulisan ini membuka mata hati kita semua agar tetap semangat, tetap berusaha, dan tetap optimis untuk memajukan sekolah walau badai pandemi belum berlalu. Semoga negara tercinta kita cepat dipulihkan sehingga proses belajar dapat kembali dilanjutkan di sekolah secara tatap muka.